Goal Ball Asian Para Games Menarik Perhatian Penonton

Jakarta – Asian Para Games tahun ini dikuti 42 negara anggota Komite Paralimpiade Asia, kurang lebih 4.000 atlet dan official yang hadir dalam gelaran pesta olahraga penyandang disabilitas Asia, telah berakhir (13/10). Cabang olahraga (cabor) di Asian Para Games terdiri dari 18 yang dibagi ke 19 venue di Jakarta.

China berhasil menjadi juara umum dengan memperoleh 172 emas. Indonesia menduduki peringkat kelima dengan perolehan 37 emas yang telah melebihi taget pemerintah yaitu 16 emas.

Dengan tema “The Inspiring Spirit and Energy Of Asia”, menuai banyak reaksi dan dukungan dari berbagai pihak. Bahkan para pendukung dari negara lain rela hadir langsung untuk memeriahkan dan mendukung negaranya.

Salah satu cabor yang menarik perhatian selama perhelatan Asian Para Games adalah goal ball. Cabor ini di Indonesia terbilang asing. Pertama kali dikenalkan saat Pekan Paralimpik Nasional (PAPERNAS) ke-15 tahun 2016 di Jawa Barat.

Goal Ball merupakan cabor bola yang dimainkan para penyandang tunanetra. Pertandindingan cabor ini menarik, dimana setiap pemain matanya ditutup dan bergantian melempar bola ke gawang lawan. Goal Ball sangat mengandalkan kerjasama pendengaran antar tim, waktunya 2×12 menit, apabila ada ganguan suara, pertandingan bisa diberhentikan.

Dilansir dari situs International Blind Sports Federation (IBSA), goal ball pertama kali dikenalkan oleh Negara tetangga, Austria. Permainan ini dikenalkan oleh Hanz Lorenzen dan German Sepp Reindle pada tahun 1946. Permainan goal ball dalam rangka membantu rehabilitasi para korban tunanetra pada perang dunia ke-2. Tahun 1976, goal ball resmi masuk dalam yang cobor yang dipertandingkan dalam Olimpiade Paralympic.

Pertandingan final goal ball pria pada Asian Para Games tahun ini mempertemukan China dan Iran. Kaum hawa yang datang ke venue, mayoritas mendukung Iran karena para Atlet memiliki paras tampan dan tubuh idealis.

Pertandingan ini dimenangkan oleh Iran dengan score 8-4 (4-1). Dengan demikian China memperoleh medali perak.

“Saya sangat bangga dengan para Atlet, mereka sudah memberikan yang terbaik. Sepulangnya mereka ke Iran, semua akan menyambut baik dan penuh apresiasi sebab mereka telah pulang menjadi pemenang,” ujar Fatimah, seorang anggota Komite Paralimpiade Asia asal Iran yang hadir langsung di Balai Kartini.

Pelatih goal ball tim China mengaku terkesan selama perhelatan Asian Para Games 2018, Yin mengatakan timnya mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari para sukarelawan selama berkompetisi. “Kami sangat berterima kasih karena disambut baik, Para Games berjalan baik, begitu pula dengan volunter yang sangat membantu, orang Indonesia pun ramah tamah,” kata Yin, seperti dilansir situs resmi Asian Para Games 2018.

Reporter: Rayna Jurnal’16

Editor: Yuli Jurnal’15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *