Kebangkitan Musik Folk di Kalangan Millenial

Jakarta- Musik mempunyai tempat tersendiri untuk mengekspresikan apa yang sedang kita rasakan, baik senang maupun sedih.

Saat ini musik bergenre folk hadir dikalangan millenial. Dari sekian genre musik, rata-rata generasi millenial menyukai musik folk.

Musik folk adalah lagu merakyat, lagu yang sarat dengan kesederhanaan, kekeluargaan dan rutinitas warga. 

Musik folk sendiri berkembang di pertengahan abad ke-19 dan 20, bahkan ada juga yang mengatakan sebelum abad 19. Pria kebangsaan Inggris, Thomas William menjadi sosok pertama yang menggunakan istilah folk pada tahun 1846 untuk menggambarkan tradisi dan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat lokal.

Musisi asal Medan, Gordon Tobing menjadi pionir pertama di tanah air yang mengenalkan musik folk melalui group vokal “Impola” pada tahun 1960. Musik folk juga melekat di musisi legendaris Iwan Fals yang  mendongkrak eksistensi musik folk pada tahun 1980 dengan lagu yang mengkritik pemerintah saat itu.

Dengan banyaknya band  musik bergenre pop, rock, jazz dan hip-hop, di Indonesia genre musik folk sempat mengalami surutnya pendengar.

Kebangkitan musik folk di Indonesia terjadi ketika kelompok musik folk asal Surabaya, Silampukau masuk kedalam nominasi Breakthrough Artist of The Year dan Endah n’ Rhesa yang masuk kedalam nominasi Group/Band/Duo of The Year dalam ajang penghargaan Indonesian Choice Award 2016.

Genre yang menggunakan lantunan irama dengan kata-kata membangkitkan gairah, kata dari setiap kalimat yang memiliki banyak arti, serta mudah didengar membuat musik folk mampu bangkit di era millenial. Hal tersebut ditandai bermunculnya grup band seperti Efek Rumah Kaca, Dialog Dini Hari, Stars and Rabbit, Payung Teduh, Banda Neira, Float, Fourtwnty dan masih banyak lagi.

Musik folk saat ini tidak dipandang sebelah mata, minimal penikmat musik pernah mendengarkan single zona nyaman Fourtwnty di manapun, serta tahun lalu single akad dari Payung Teduh selalu setia menemani kehidupan sehari-hari di era millenial ini.

Selain kata-kata yang indah ditambah lantunan musik yang membuat teduh hati dan pikiran, serta terkadang pembawaan musik akustik, musik folk mendapatkan tempat di para penikmat lagu khususnya kalangan millenial.

Penulis: Frans Jurnal’15

Editor: Hernandez, Yuli Jurnal’15

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *