Pocari Sweat Gelar Futsal Championship 9th

Jakarta – Pocari Sweat Futsal Championship (PSFC) 2018 telah dimulai pada April 2018. Turnamen yang hadir sejak 2010 ini telah melahirkan atlet yang berkompeten dibidang futsal seperti Ardiyansyah Runtuboy, Rio Pangestu dan lainnya yang kini telah aktif sebagai atlet futsal nasional.

Pihak Pocari Sweat juga telah mengadakan Press Conference pada Selasa (13/11/2018), di The Hotel Sultan, Jakarta. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (MENPORA) Imam Nahrawi, dan Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Ricky Suhendar, hadir dalam acara tersebut.

Pagelaran olahraga kali ini diikuti 43 Kota dengan partisipasi 897 Tim dan 10.764 Atlet pelajar tingkat SLTA/SMA Sederajat.

PSFC ke-9 telah mancapai puncak Grand Championship yang akan dilaksanakan pada 16-18 November 2018 di Solo, mengusung tema “Be The Next Athlete”. Seperti tahun sebelumnya, Pocari Sweat selalu berharap akan mampu menjadi wadah bagi puluhan ribu pelajar SLTA/SMA Sederajat di seluruh Indonesia dalam menyalurkan bakat yang mereka miliki yakni futsal.

Ajang yang kini menjadi kompetisi futsal terbesar di Indonesia dan selalu menawarkan hadiah kemenangan senilai kurang lebih 400 juta, membuka jalan bagi para calon atlet untuk terus berjuang. Konsistensi yang dilakukan Pocari Sweat membuat Mentri Pemuda dan Olahraga (MENPORA) selalu lapang dada membantu kelangsungan ajang tersebut. Melihat pula antusias para pelajar dan supporter yang semakin meningkat setiap tahunnya, MENPORA tidak tanggung-tanggu memberi dukungan penuh.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dan konsistensi dari Pocari Sweat dalam menyelenggarakan Futsal Championship dari tahun ketahun. Ajang yang mendukung pembinaan dan regenerasi atlet khususnya Futsal,” ujar Imam Nahrawi dalam Press Conference.

Press Conference yang juga dihadiri oleh Kapten Tim Futsal SMA 8 Bekasi (Regional JABAR 1), Alif Setyo Punggul mampu menarik perhatian para awak media dan masyarakat. Alif sendiri kini masih duduk di bangku kelas 12 dan siap menghadapi lawan di Grand Championship bersama tim yang dia anggap memiliki keunggulan dari segi strategi.

“Saya dan tim optimis bisa menang, tapi Jayapura selalu mampu memberi perlawanan disetiap pertemuan kami sejak tiga tahun lalu,” ujar Alif tetap optimis.

Penulis: Rayna Lois Jurnal’16

Editor: Frans, Yuli Jurnal’15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *